"Keberanian itu bukannya tak punya rasa takut, tetapi mengalahkan rasa takut."
yaa, semua punya rasa takut. semua pernah merasa takut.
saya pun punya banyak sekali ketakutan: takut akan masa depan yang masih ngeblur, takut kehilangan orang terdekat, takut ngga bisa ngebahagiain orang tua, takut ngecewain dan nyakitin orang lain, dan masih banyak ketakutan-ketakutan lain yang ngga bisa dijabarkan satu per satu.
tapi bukankah apa yang kita takutin itu bersifat ngga benar-benar nyata?
maksudnya apa yang kita takutin itu sesuatu yang belum benar-benar kita hadapi, sesuatu yang belum benar-benar terjadi. dan sepertinya ngga salah kalo saya bilang rasa takut itu datang dari masa depan. mereka mengelabui pikiran kita sendiri. mereka lahir dari pikiran kita yang lebih banyak berfikir dari sisi negatif. dan seringnya malah apa yang kita takutin ngga pernah benar-benar senakutin apa yang kita bayangin saat kita udah ngelewatinnya! bahkan pada kenyataannya malah ketakutan yang menghantui pikiran kita itu tidak pernah terjadi.
jadi kenapa harus takut? ;)
ada sebuah catatan dan kutipan yang sangat bagus tentang Pemikiran seseorang dan Kesuksesan:
" Bila Anda berpikir Anda dikalahkan, Anda dikalahkan
Bila Anda berpikir bahwa Anda tidak berani, Anda tidak berani.
Bila Anda ingin menang, tetapi berpikir Anda tidak mampu,
Hampir pasti Anda tidak akan menang.
Bila Anda berpikir bahwa Anda akan kehilangan, Anda akan tersesat
karena diluar sana kita dapatkan,
Kesuksesan bermula dari kemauan seseorang
Semuanya berlandaskan pemikiran
Anda harus meningkatkan pemikiran Anda untuk bangkit,
Anda harus yakin akan diri sendiri sebelum memenangkan sebuah undian.
Ujian hidup tidak selamanya berlaku
Bagi orang yang terkuat atau tercepat
Cepat atau lambat, orang yang menang
Adalah orang yang berpikir mereka mampu!"
"KESUKSESAN TIDAK TERJADI DI LUAR DUGAAN. KESUKSESAN TERJADI MELALUI CARA BERPIKIR ANDA"
-Robert Schuller
"APA YANG ADA DI BELAKANG KITA DAN APA YANG ADA DI HADAPAN KITA ADALAH HAL-HAL KECIL DIBANDINGKAN DENGAN APA YANG ADA DI DALAM DIRI KITA."
-Katherine Gibson
"Keberanian itu bukannya tak punya rasa takut, tetapi mengalahkan rasa takut."
16.29 |
Read User's Comments(0)
~ Jatuh Cinta ~
19.22 |
- Ada dua proses jatuh cinta yang biasanya disebut orang. Pertama terjadi secara tiba-tiba, atau yang dikenali dengan “love at the first sight” (cinta pandang pertama). Dan yang kedua terjadi setelah melalui proses interaksi, atau dalam pepatah Jawa mengatakan “tresno jalaran saka kulino” (cinta yang terjadi setelah pertemuan yang berulang-ulang).
- Love at the First Sight
- Jatuh cinta “segera” seperti ini, seperti istilahnya, tertumpu pada ketertarikan visual yang ditangkap oleh panca indra. Tentu saja yang ditangkap panca indra ini adalah penampilan fizikal. Bila ada gadis cantik, seksi, dan manis serta ayu, tentu dia akan jadi korban dari banyak first-sight love dari para lelaki di persekitaranya.
- Banyak lakonan drama cinta seperti ini adalah terdiri dari kaum lelaki, kerana tidak dinafikan bahwa kaum lelaki ternyata masih memiliki sense untuk tertarik pada kondisi fizikal lawan jenisnya sebagai faktor utama. Kerana sifatnya yang “segera”, maka first sight love ini boleh terjadi berulang-ulang pada ramai wanita yang cantik atau lelaki yang tampan. Namun, cukup banyak cinta seperti ini menjadi awal untuk hubungan yang lebih serius bagi banyak pasangan.
- Tresno Jalaran Saka Kulino
- Jatuh cinta seperti ini keliahatan lebih matang dan kukuh, kerana panah asmara tidak begitu saja memacak apabila sepasang anak manusia bertemu. Ada proses panjang sebelum busur panah asmara dipacakkan, di mana pasangan tersebut saling mengenali, berinteraksi hingga masing-masing tahu kelebihan dan kekurangan setiap individu diantara mereka, hingga kemudian terjadi keserasian yang berakhir pada pertalian kasih seterusnya melahirkan rasa sayang di antara keduanya.
- Pada jatuh cinta seperti ini, pertimbangan kondisi fizikal bukanlah faktor utama lagi. Keserasian lebih tepat disebut sebagai faktor utama agar jatuh cinta seperi ini boleh terjadi. Sebagai individu yang pasti memiliki keinginan untuk sharing (berkongsi) dan menyatakan untuk saling mememerlukan, memberikan peluang terjadi match (keserasian) perasaan dengan lawan jenis yang boleh menimbulkan perasaan suka yang berlanjutan menjadi cinta seterusnya melahirkan sayang.
- Pengistiharan
- Jika seseorang jatuh cinta pada lawan jenisnya, apa yang kemudian terjadi? Tentu saja harus didorong oleh pengistiharan, atau menyatakan cinta secara eksplisit kepada lawan jenisnya. Kultur negara-negara di Asia tidak mengizinkan bila wanita yang mengambil inisiatif pengistiharan cinta ini. Perkara inilah yang menjadikan ia suatu masalah yang pelik apabila si lelaki tidak mampu menangkap signal cinta dari si wanita, atau si lelaki tidak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.
- Bagi wanita, pengistiharan cinta yang eksplisit adalah cukup esensial kerana berfikir bahawa dia tidak ingin agar cintanya bertepuk sebelah tangan. Namun, bagi si lelaki, ketakutan akan penolakan menjadikan pengistiharan ini perkara yang memerlukan keberanian yang cukup besar untuk mengungkapkannya. Akhirnya ada sebentuk pengistiharan cinta eksplisit yang berbentuk surat agar si lelaki tidak perlu bertatap muka langsung sehingga menghapuskan kebimbangang kemungkinan penolakan secara langsung dari si wanita yang dicintainya di depan mata si lelaki tersebut.
- Menurut anda, proses manakah yang ideal bagi seseorang untuk jatuh cinta? Dan benarkah seorang wanita “diharamkan” untuk mengutarakan rasa cintanya kepada lawan jenisnya terlebih dahulu? Hanya anda sendiri yang dapat menjawabnya. Kerana ianya bersifat sangat eksklusif dari individu yang sedang jatuh cinta itu sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)







